Mentawai-Yang Perlu Diingat

Perjalanan ke pedalaman Mentawai sangat mengasyikkan, dengan moda apa pun kita melakukannya. Dengan speedboat, naik sampan, pakai pompong, jalan kaki semua beda-beda sensasinya. Aku sudah mencoba seluruhnya. Naik perahu dari Muara Siberut ke Matotonan, naik perahu dari Saurausau dan Tiop di Teluk Katurai ke Matotonan. Naik perahu ke Madobag disambung jalan kaki ke Matotonan atau naik perahu ke Madobag dilanjutkan jalan kaki ke Matotonan, terus jalan kaki lagi naik turun bukit selama 3 hari tiga malam ke Sakuddei, tak lupa naik rakit batang pisang di sungainya yang deras, lalu naik sampan lagi ke Sagggulube dan Kalea dan diteruskan dengan naik speedboat lagi mengarungi Samudera Hindia menuju Taileleu, Peipei dan Muara Siberut.

Aku juga sudah mencoba naik speedboat ke Betaet, lalu naik ojek motor di sepanjang pantai dan muara Simatalu, dilanjutkan dengan jalan kaki naik turun bukit dari Bojo ke … aduh aku lupa nama dusun dari mana kita harus menyambung perjalanan ke pedalaman Simatalu dengan perahu, tapi nantilah aku bongkar lagi catatan lama, yang penting dan maksudku adalah untuk menekankan bahwa semuanya sungguh pengalaman yang mengasyikkan.

Namun yang perlu diingat dalam setiap perjalanan ke pedalaman Mentawai adalah jangan pernah lupa membawa jas hujan, obat anti malaria, cream dan lotion anti nyamuk, sunblock, kelambu, matras, kantong plastik besar, plastik pelindung, air minum dalam kemasan, aneka makanan ringan dan tentu saja rokok, bahkan meski Anda tidak merokok sekali pun!

Mantel atau jas hujan diperlukan untuk melindungi tubuh Anda dari hujan yang sering turun tanpa diduga. Jangan terlalu percaya dengan cuaca cerah, karena Mentawai memiliki curah hujan tinggi. Seberapa tinggi nanti kulengkapi datanya, tapi yang pasti dan sering kualami hujan turun sesukanya. Sedang terik pun matahari hujan tiba-tiba bisa turun tanpa diduga.

Obat anti malaria sangat disarankan karena di Mentawai malaria masih merupakan penyakit yang lazim ditemui. Salah satu teman  mahasiswa Ethnomusicology dari Leiden meninggal karena malaria di Matotonan dan dimakamkan di perbukitan di belakang Pastoran Muara Siberut, sangat jauh dari kampung halamannya.

Cream dan lotion anti nyamuk juga harus selalu standby di tas atau ransel Anda, karena bukan hanya nyamuk yang akan Anda hadapi di Mentawai, tetapi juga agas, yang gigitannya sangat berbisa. Begitu nempel di kulit langsung menyebabkan rasa gatal yang hebat. Anda harus lindungi kulit siang dan malam dari ancaman nyamuk dan agas ini.

Sunblock adalah keniscayaan berikutnya, kecuali Anda tidak takut kulit Anda terbakar oleh matahari Mentawai yang tak kalah ganasnya dengan hujannya. Tak perlu yang mahal, yang penting berfungsi. Oleskan merata ke seluruh permukaan kulit Anda.

Masih untuk mengantisipasi nyamuk dan agas, Anda perlu meniru kearifan lokal orang Mentawai, mereka selalu tidur dalam kelambu agar aman dari gigitan nyamuk dan agas. Namun sebelum memasang kelambu Anda harus siapkan matras dulu. Kalau tidak Anda akan merepotkan tuan rumah untuk mengeluarkan jaragjag atau tikar rotan terbaiknya, karena jatah Anda di sapou saina (kandang babi), sapou (rumah biasa), uma (rumah besar), sekolah dan  gereja hanyalah lantai papan terbuka atau lantai semen di ruang kelas, karena itulah jenis-jenis akomodasi yang akan Anda temui di pedalaman Mentawai. Lupakan Ritz Carlton atau Hilton karena ini Mentawai Bajak!

Selanjutnya kantong plastik besar untuk menyimpan ransel pakaian, kotak ransum, tas tangan, tas kamera, perlengkapan tulis baca dan sejenisnya. Hujan yang turun tiba-tiba membuat semua barang itu rentan basah kuyup di perjalanan. Itu pun belum cukup, Anda masih perlu meningkatkan level keamanannya dengan terpal plastik yang bisa menutupi semua barang di perahu, pompong atau speedboat.

Air minum dalam kemasan mau tak mau harus Anda bawa karena air bersih langka di pedalaman. Kalau pun warga lokal selalu memiliki sumber air bersih sendiri, perut  Anda mungkin susah menyesuaikan diri. Maka bawalah air minum dalam kemasan secukupnya untuk minum dan gosok gigi.

Biskuit, coklat, roti-rotian perlu Anda bawa untuk mengganjal perut sebelum rombongan bisa memasak makanan atau sebelum dijamu masyarakat di dusun-dusun yang Anda singgahi di perjalanan. Mie instan, beras, sarden, cornet, gula, kopi, dan teh juga perlu Anda bawa agar tak menyusahkan tuan rumah, karena sudah lazim berlaku di Mentawai, siapa yang bertamu dia yang membawa bahan mentah jamuannya.

Terakhir rokok. Barang ini sangat ampuh untuk membuka pintu rumah dan hati warga setempat. Anda akan disambut super ramah kalau Anda datang sambil tersenyum lebar dan meletakkan rokok di atas meja. Tapi jangan sok baik, letakkan rokok secukupnya, karena bagi orang Mentawai rokok sebungkus atau seslof sama saja, cepat habisnya, karena mereka merokok seperti kereta api uap.

Dulu mungkin aku sarankan satu hal lagi, pakaian bekas yang bersih. Soalnya d tahun 1986 itu aktivitas ekonomi warga masih menggunakan sistem barter. Hasil kebun dibarter dengan beras atau sarden. Ayam dibarter untuk mendapatkan rokok. Begitu seterusnya. Pakaian bekas sempat menjadi alat tukar yang ampuh, makanya aku selalu membawa berkarung-karung pakaian bekas kalau mau ke pedalaman Mentawai, karena pakaian bekas itu bisa ditukar dengan segala macam seperti ayam, sayuran, buah-buahan, panah, jaragjag (tikar rotan), opa, (keranjang), kulit penyu dan banyak lagi.

Tapi aku termasuk orang yang tak suka membawa cendera mata, aku lebih suka menukar pakaian itu dengan lauk-pauk dan sayuran, karena dulu itu bahan makanan sering putus alias tidak sampai ke pedalaman selama

A river on Siberut island in Indonesia.

A river on Siberut island in Indonesia. (Photo credit: Wikipedia)

berminggu-minggu karena kendala transportasi.ImageImage,

3 thoughts on “Mentawai-Yang Perlu Diingat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s